Berlari bersama dalam DV RUN

 

Logo DV RUN

Logo TFI

 

Ezra Indrastata Spinoza

2001547192

Teknik Informatika

 

Info Singkat

DV RUN adalah acara 5K maraton yang diadakan oleh KMBD untuk merayakan Hari Pahlawan Nasional dan Hari Anak Internasional di Ancol, Jakarta Utara pada tanggal 4 Desember 2016 yang lalu.

Saya ingin mengikuti acara ini karena ini merupakan sebuah charity yang diadakan untuk memperjuangkan anak-anak jalanan yang mempunyai peluang dan semangat yang tersembunyi untuk menjadi orang-orang sukses, dan kesempatan ini saya ambil untuk mengetes kembali fisik saya yang sudah lama belum olah raga. Selain itu, ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi Ancol. Kesempatan ini juga saya pakai untuk mengetahui suasana Ancol.

Sebelum Lari

Untuk mempersiapkan para pelari dalam acara ini, DV RUN menyediakan Race Pack yang dibagikan seminggu sebelum hari-H acara. Race Pack terdiri atas tiket masuk ancol, sebotol air mineral Amidis, voucher Inul Vizta dan Pegipegi, baju DV RUN, serta nomor peserta DV RUN. Saya mendapatkan Race Pack-nya pada 24 November 2016 karena mendaftar cukup cepat.

Nomor lari saya

Saya melakukan perjalanan ke Ancol menggunakan Uber karena saya tidak tahu jalur yang paling efektif untuk menuju Jakarta Utara. Tiba di Ancol, masuk melalui gerbang timur Ancol, ternyata lokasi start DV RUN jauh dari gerbang yang ini. Saya menggunakan kesempatan ini untuk melakukan lari pemanasan untuk menuju lokasi acara DV RUN. Acara DV RUN berada pada Pasar Seni Ancol yang berseberangan dengan Eco Park yang kebetulan juga ada acara IPC.

Sebelum lari

Pada pukul 6.00, ternyata belum ada banyak hal yang terjadi. Panitia-panitia dan penjaga-penjaga stand masih bersiap-siap untuk acaranya. Kemudian beberapa menit sebelum pukul 7, acara dimulai dengan senam untuk pemanasan para peserta. Sayangnya pada senam tersebut, handphone saya jatuh dan kacanya retak, membawa kamera handphone saya ke dalam maut. Foto-foto setelah ini saya ambil dengan meminjam handphone teman-teman saya.

Suasana START/FINISH

KM 0

Lari dimulai pada pukul 7.00, dimulai pada gapura START/FINISH di sebelah Pasar Seni Ancol. Pada KM yang ini kami cuma melewati dan mengelilingi Pasar Seni Ancol.

Saat lari

KM 1

Pada kilometer yang pertama, kami melewati jalan-jalan di sebelah Atlantis Water Adventure menuju Danau Ancol, di mana kami lari di sebelah Danau Ancol. Saya juga melewati rintangan pertama yang bernama “The Loop of Hero”, yakni kami harus melompati ban-ban untuk lanjut lari.

KM 2

Pada kilometer yang kedua, kami melewati dermaga-dermaga Ancol dan pinggir pantai. Kami diberikan air mineral gelas Amidis untuk membantu menyemangati lari kami agar tidak lelah. Di sini kami juga melewati rintangan yang kedua yaitu kumpulan bambu yang disusun untuk kami lompati dan menunduk di bawah.

KM 3

Pada kilometer yang ketiga, kami lari di jalan sebelah Pantai Ancol. Jalannya sudah ditutup setengahnya untuk kenyamanan para pelari agar tidak terhalangi kendaraan yang lewat.

KM 4

Pada kilometer yang terakhir menuju 5 km, kami melewati jalanan-jalanan yang biasa, dan tempat parkir yang tertutupi oleh hijau pohon. Di tempat parkir tersebut juga ada Gondola Ancol. Lari dalam rindang pohon memberikan rasa kenyamanan, tidak tahu mengapa.

KM 5

Pada akhirnya sampai juga pada finish. Sesampainya kami pada gapura START/FINISH, kami disapa oleh adik-adik yang memberikan mendali apresiasi lari maraton DV RUN kepada kami. Saya menyelesaikan lari ini pada pukul 8.06, sedikit lebih lambat dari teman BINUSIAN 2017 saya. Kami diberikan minuman You C1000 untuk menyegarkan kami kembali. Sayangnya, hanya mengikuti acara panggung hingga doorprize­-nya. Doorprize-nya harus diulang beberapa kali karena sudah banyak yang pulang. Pada akhirnya, saya pulang pada pukul 12.00.

Mendali yang diberikan

Kata-Kata Penutup

Dari DV RUN, saya mendapatkan beberapa hal yang saya dapat refleksikan kembali pada diri saya. Yang pertama, walau 5 km itu tidak sejauh maraton yang sebenarnya, bisa terasa bahwa lari untuk 1 km saja itu melelahkan, sama seperti hidup kita. Hidup merupakan jalan yang sangat panjang, dan menjalani 1 tahun perjuangan saja sudah banyak yang pasrah untuk mencoba menjadi sukses. DV RUN kembali menyadarkan saya bahwa kita tidak boleh patah semangat begitu saja.

Yang kedua, membantu orang bisa dimulai dari hal-hal kecil yang kemudian berkembang menjadi hal yang besar. Seperti halnya dengan lari DV RUN ini. Walau sekadar terlihat “lari-lari saja” dan “mahal”, sebenarnya dengan mengikuti acara ini kita memperjuangkan anak-anak jalanan dengan semangat yang kita punya, dan juga membantu mereka dengan harga daftar tersebut.

Di Indonesia, anak-anak jalanan tidaklah jarang terlihat pada daerah-daerah tertentu, melakukan berbagai kegiatan dalam hal baik maupun tidak baik. Kita kadang melihat mereka meminta-minta uang di jalanan karena sudah tidak mempunyai orang tua atau orang tua mereka menyuruh mereka. Potensi mereka untuk menjadi seorang yang bisa sukses dan jujur banyak hilang karena kurangnya dukungan akan mereka, walau pemerintah sudah berupaya seperti pemberian sembako, dan sekolah gratis.

Dukungan tersebut bukanlah kita serahkan sepenuhnya ke pemerintah, tetapi kita juga harus menjadi bagian daripadanya. Janganlah takut akan ditipu akibat berita beredar tentang “Pengemis Kaya”, tetapi justru kita harus pintar dalam mewaspadai hal yang sebenarnya. Anak-anak jalanan walau kurang bermateri, mereka mempunyai semangat tersembunyi yang bisa kita aktifkan. Kita bisa mulai ini dari mengajar, memberi sumbangan, dan menyediakan fasilitas seperti komputer dan tempat tinggal yang memadai bagi anak-anak jalanan. Mari kita kembangkan kembali Indonesia.

Foto-Foto Lain

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *